post-image

Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Kabupaten Morowali Utara Gelar Pelatihan Komputer Bagi Para Siswa Sebagai Realisasi Dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS) Kabupaten Morowali Utara

Setelah dilaksnakannya Kegiatan Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Lele Dalam Rangka Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS) beberapa waktu yang lalu, kini Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah (Dispusarda) kembali menggelar program pelatihan Komputer bagi para siswa SD, SMP dan SMA dimana para murid SDN 01 Kolonodale berkesempatan mencoba fasilitas pelatihan baru yang dimiliki oleh Dispusarda Morut pada Kamis, (12/01/2023).
 
Menurut Yansimal Botuale SE, MM selaku Kepala Dispusarda Morut, program TP-BIS kini semakin gencar dilaksanakan oleh Dispusarda sebagai bentuk dukungan untuk menyukseskan program Morut Cerdas. Program pelatihan komputer bagi para siswa ini juga sangat disambut baik oleh sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Morowali Utara. Hal ini terbukti dari banyaknya sekolah yang sudah terdaftar untuk mengikuti jadwal pelatihan komputer ini. Dalam sehari ada 2 sekolah yang dijadwalkan ikut pelatihan komputer, yaitu di siang dan sore hari dengan durasi maksimal 2 jam setiap kegiatan pelatihan. Untuk tenaga pendidik saat ini, masih menggunakan tenaga staf dari Dispusarda dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan didatangkan tenaga ahli sebagai tenaga pendidik.
 
"Sesuai arahan Presiden Jokowi serta Bunda Literasi Kabupaten Morowali Utara Ny. Febriyanthi H.D.J Hehi S.Si, Apt, program TB-BIS harus dapat memberikan banyak manfaat di tengah masyarakat serta dapat bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap program Morut Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SCS). Oleh karena itu, kedepannya kami mau Dispusarda ini bukan hanya menjadi kantor semata, melainkan harus jadi ruang publik. Ruang dimana segala jenis informasi serta ilmu yang bersumber dari buku dapat langsung dipraktekkan sehingga dapat memiliki nilai lebih", jelasnya.
 
Menurut Kepala Dispusarda, program sebelumnya telah berjalan dengan baik seperti perpustakaan keliling yang hadir di tengah masyarakat untuk meningkatkan gemar membaca bagi anak-anak serta adanya kids corner (pojok anak) sebagai ruang belajar sekaligus bermain yang terdapat pada kantor Dispusarda. Namun untuk pengembangan program yang lain, masih ada kendala yang dihadapi yakni masih terbatasnya lahan atau ruang yang dimiliki oleh Dispusarda. Sehingga pengembangan program TP-BIS yang secara fisik membutuhkan ruang pun sedikit terhambat. Baliau berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi pelayanan Dispusarda yang akan bertransformasi menjadi ruang publik.
 
"Untuk menyukseskan program Morut SCS, Disperpusda harus lebih gencar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Beberapa waktu yang lalu kami mendapat bantuan 3 Unit Personal Computer (PC) dari Perpustakaan Nasional RI sebagai sarana dalam merealisasikan program TP-BIS. Hal ini dimaksudkan agar di era digital ini, masyarakat dapat lebih familiar dengan penggunaan PC, terutama berbagai aplikasi dasar seperti Microsoft Word, Excel dan Powerpoint. Kami berharap kedepannya, pelaksanan program TP-BIS terkait edukasi komputer ini dapat dilakukan di desa-desa dengan sasaran para siswa atau masyarakat umum yang ingin belajar lebih banyak terkait penggunaan dan pemanfaatan PC. Kami juga berharap kedepannya, mindset masyarakat terhadap Dispusarda bukan hanya sebuah kantor atau tempat untuk membaca buku, melainkan dapat menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Morowali Utara", pungkasnya.
 
Media Kominfo Morut