Kegiatan Diseminasi Hasil AKS Tahap II Kabupaten Morowali Utara Sekaligus Optimalisasi Konvergensi TPPS Tingkat Kabupaten Morowali Utara Tahun 2023
Info Publik-Morowali Utara, Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K, SPd, MPd membuka kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Audit Kasus Stunting (AKS) Tahap II sekaligus Optimalisasi Konvergensi TPPS Tingkat Kabupaten Morowali Utara Tahun 2023 bertempat di Ruang Pertemuan Puncak Harmoni Desa Korololaki pada Rabu pagi (20/12/2023).
Pelaksanaan Audit Kasus Stunting merupakan bagian dari kegiatan prioritas dalam Rencana Aksi Nasional yang bertujuan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus Stunting.
Dalam sambutannya Wabup Djira menyampaikan bahwa pelaksanaan AKS ini merupakan upaya yang sangat strategis dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi intervensi spesifik dan sensitif.
Wabup ingin agar Rencana Aksi Nasional dari TPPS dapat menjadi panduan bagi Pemerintah Daerah sampai ke tingkat Pemerintah Desa dan Pemangku Kepentingan lainnya, sebagai upaya pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Morowali Utara.
"Target kita di tahun 2024 mendatang angka penurunan stunting harus mencapai 14 persen", ujarnya.
Wabup Djira berharap kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam penanggulangan Stunting secara komprehensif sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi intervensi spesifik dan sensitif sampai pada sasaran yang ingin dicapai pada tahun 2024 mendatang.
"Harapan Kami, rencana tindak lanjut atas permasalahan yang ditemukan dalam kegiatan Audit Kasus Stunting pada hari ini dapat segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait untuk kami monitoring serta evaluasi dalam pelaksanaannya nanti", pungkasnya.
Sementara itu ditempat yang sama Drs. Romelius Sapara selaku Kepala DP2KBP3AD mengatakan bahwa berdasarkan Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) per September 2023 angka Stunting di Kabupaten Morowali Utara telah turun mencapai angka 14,4 persen.
Oleh karena itu berdasarkan hasil AKS Tahap II saat ini diperoleh berbagai sasaran sebagai prioritas masalah di tingkat Kecamatan. Adapun sasaran tersebut meliputi Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Nifas, Baduta dan Balita.
"Kami ucapkan terima kasih kepada OPD yang telah berupaya melaksanakan intervensi dan kami juga ucapkan terima kasih kepada para tenaga teknis serta seluruh pihak yang selama ini bekerja keras dalam upaya penurunan Stunting di Kabupaten Morowali Utara", ucapnya.
Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS yang hadir setelah pelaksanaan Diseminasi mengatakan bahwa intervensi yang dilakukan oleh setiap OPD harus berdasarkan data yang tepat. Begitu pula dengan berbagai intervensi yang telah dilakukan harus benar-benar dievaluasi dengan baik.
"Data awal sangat mempengaruhi intervensi yang akan kita lakukan. Jika data awal tidak akurat maka bisa saja intervensi kita kurang memberikan hasil", ujarnya.
Beliau ingin agar hasil Diseminasi ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bisa digunakan dalam memaksimalkan penurunan Stunting di Kabupaten Morowali Utara.
"Kami berharap angka Stunting pada pada tahun 2024 mendatang dapat turun dengan signifikan", pungkasnya
Kegiatan ditutup dengan Penandatanganan "Rencana Tindak Lanjut" yang dilakukan oleh seluruh anggota TPPS Morut.
Nampak hadir mendampingi Bupati Delis yakni Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K. S.Pd, M.Pd, Danramil 1311-03 Petasia diwakili oleh Sertu Sulaeman, Kapolres yang diwakili oleh AIPDA Guntoro, Kepala Dinas P2KBP3AD Drs. Romelius Sapara, serta Kadis Kesehatan Alno Berniat SKM, M.Kes. (RD/Teyn/AW)
Media Kominfo Morut


