post-image

Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara Ir. Musda Guntur, MM Gelar Rapat Internal Terkait Insiden Yang Terjadi Di PT. GNI

Sekda Morut yang didampingi oleh Dandim 1311 Morowali Letkol Inf. Constantinus Rusmanto, M.Sc, Kapolres Morowali Utara AKBP Imam Wijayanto, S.,H., S.I.K., M.H, Head Of HRGA Departement PT. GNI Muknis Basri Assegaf dan dihadiri oleh Kadis Nakertrans Kartiyanis Lakawa, Kasatpol PP dan Damkar Buharman Lambuli S.Sos, Camat Petasia Timur Hamja S.Pi, M.Si, sejumlah Kepala Desa lingkar tambang PT.GNI, serta beberapa staf PT. GNI menggelar rapat internal sebagai bentuk koordinasi dan sinergi antara Pemda Morut dengan PT. GNI terkait kondisi terkini pasca insiden yang terjadi pada tanggal 14 Januari 2023 lalu serta bagaimana tindakan yang diambil oleh kedua belah pihak agar berbagai permasalahan yang menjadi mendapat solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
 
Dandim 1311 Morowali Letkol Inf. Constantinus Rusmanto, M.Sc, mengatakan bahwa untuk saat ini kondisi keamanan di seputaran wilayah PT. GNI masih kondusif dan aman. Kami juga meminta kepada para warga masyarakat serta para pendatang untuk tidak termakan isu SARA yaitu adanya konflik antara pekerja lokal dengan TKA (Tenaga Kerja Asing).
 
"Kami meminta para Camat dan Kepala Desa untuk menghimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi isu yang beredar di Sosial Media dimana menyebutkan bahwa akan ada aksi balas dendam dari para korban. Masyarakat hendaknya mempercayakan segala urusan keamanan kepada para petugas keamanan dari TNI dan POLRI", jelasnya.
 
Senada dengan Dandim, Kapolres Morut AKBP Imam Wijayanto, S.,H., S.I.K., M.H turut menjamin terjaganya keamanan dan ketertiban di wilayah seputaran PT. GNI. Kapolres mengatakan bahwa ada indikasi tindak pidana dari massa yang bergerak masuk ke dalam PT. GNI. Karena massa yang masuk ini melakukan sejumlah tindakan anarkis dengan membakar alat berat milik PT. GNI bahkan melakukan penjarahan di Mess TKA yang ada di dalamnya. Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak termakan isu yang beredar khususnya di Media Sosial. Masyarakat hendaknya melakukan konfirmasi langsung kepada Kades atau para tokoh masyarakat terkait kebenaran informasi yang diterima.
 
Muknis Basri Assegaf selaku Head Of HRGA Departement PT. GNI berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berusaha keras sehingga kondisi keamanan dan ketertiban di sekitar wilayah PT. GNI menjadi lebih kondusif. Beliau menjelaskan bahwa insiden yang terjadi berawal dari isu yang beredar di media sosial. Karena sehari sebelum insiden ini terjadi pihak PT. GNI yang difasilitasi oleh pihak Polres Morut bekerjasama dengan Dinas Nakertrans telah bertemu dan melakukan kesepakatan dengan Serikat Pekerja Nasional (SPN) terkait tuntutan yang diberikan oleh pihak SPN. Beliau berharap beberapa hari kedepan PT. GNI dapat segera beroperasi kembali.
 
Selanjutnya, Sekda Morut meminta kepada para Camat dan Kades yang wilayahnya berada di sekitar lingkar tambang PT. GNI agar menyampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi keamanan saat ini telah kondusif. Untuk tindakan lebih lanjut, Sekda meminta agar para Camat dan Kades untuk melakukan identifikasi serta pendataan terhadap berbagai komunitas atau paguyuban yang ada pada masing-masing wilayah untuk mempermudah alur informasi guna menangkal isu negatif yang beredar di masyarakat. Sekda berharap, insiden serupa tidak terulang kembali karena hal tersebut akan merugikan seluruh pihak baik pihak PT. GNI, para pekerja serta masyarakat seputaran lingkar tambang.
 
Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Hery Santoso S.I.K, M.H yang tiba di Kolonodale dari Kota Palu langsung disambut dengan hangat oleh Sekda, Dandim dan Kapolres. Wakapolda Sulteng tiba untuk memimpin langsung pemulihan keamanan dan ketertiban di wilayah lingkar tambang PT. GNI agar aktivitas warga kembali normal. Hal ini dilakukan, mengingat saat ini wilayah seputaran PT. GNI seperti Desa Bunta, Buguntimbe dan sebagainya terlihat sepi serta aktivitas perekonomian disana menjadi lemah akibat insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.
 
Media Kominfo Morut