post-image

Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara Ir. Musda Guntur, MM Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja Terkait Capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2022 di Ruang Pola, selasa (17/01/2023)

Gerzom Tandi ST.,M.Eng, selaku kepala Bapelitbangda menjelaskan bahwa masing-masing Perangkat Daerah harus mengisi tabel capaian kinerja tahun 2021-2022. Beliau juga menjelaskan bahwa selama ini capaian dalam penyusunan rencana kerja (renja) secara aplikasi sudah sesuai Permendagri namun ada sedikit kendala yakni para Perangkat Daerah hanya fokus pada pengisian Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) nya. Sementara dalam penyusunan dokumen renja harus satu kesatuan dalam bentuk dokumen yang terdiri dari dokumen renja awal, penyusunan dan renja akhir. Oleh karena, itu para Kepala Perangkat Daerah harus menyempurnakan dokumen tersebut.
 
"Sebagai inovasi dari Bapelitbangda, bulan depan akan direalisasikan pembangunan ruang rapat dan klinik perencanaan yang nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan realisasi Perbup Satu Data. Bapelitbangda sebagai koordinator di Kabupaten Morowali Utara akan bekerjasama dengan seluruh Perangkat Daerah untuk mengumpulkan seluruh data apapun yang dimiliki oleh Perangkat Daerah. Kedepan, Perangkat Daerah yang memiliki inovasi akan kami dokumentasikan dan akan kami ikutkan pada Lomba Inovasi Perangkat Daerah Tingkat Nasional", jelasnya.
 
Sekda Morut menjelaskan bahwa penyusunan renja tahunan berdasarkan 2 indikator yakni kinerja utama dan kinerja kunci. Seluruh indikator tersebut harus berkaitan dengan visi dan misi sehat, cerdas dan sejahtera (SCS). Oleh karena itu dalam pelaksanaan program kegiatannya, setiap Perangkat Daerah wajib mengacu kepada SCS dan bukan pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) bidang secara khusus. Hal ini dilakukan mengingat capaian renja masing-masing Perangkat Daerah sangat berkaitan erat dengan kinerja pimpinan daerah.
 
"Seluruh program kegiatan masing-masing perangkat daerah harus berdasarkan 2 indikator yakni kinerja utama dan kinerja kunci. Seluruh indikator tersebut harus berkaitan dengan visi dan misi sehat, cerdas dan sejahtera (SCS). Karena capaian renja masing-masing Perangkat Daerah sangat berkaitan erat dengan kinerja pimpinan daerah yakni Bupati dan Wakil Bupati. Oleh karena itu jangan ada program kegiatan yang bias atau tidak sesuai dengan indikator yang ada", ujarnya.
 
Nampak hadir mendampingi Sekda yakni Asisten II Ir. H. Ridwan Nonci dan Kepala Bapelitbangda Gerzom Tandi ST.,M.Eng dan dihadiri oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemda Morowali Utara.
 
Media Kominfo Morut